Meski runtuh berkali-kali, ia memilih berdiri lagi, walau langkahnya tertatih dan napasnya tersendat. Retak di hatinya belum sepenuhnya pulih, namun di balik setiap luka, ada secuil kekuatan yang tak bisa dilihat mata. Ia tak menunggu utuh untuk melangkah; justru dalam keretakan itulah ia belajar menemukan cahaya kecil yang tersisa. Bangkitnya bukan karena tak pernah jatuh, tapi karena ia tahu: harapan adalah hal terakhir yang boleh hilang.
Narasi Novel Aku Tak Menangis, Hanya Hatiku Robek, langkah kecil untuk pulihkan luka, meski perih penuh piluh, likunya rasa menggerogoti jiwa, menusuk menancap luka, …..belajar bangkit, hadirkan tulus dan maaf, terima diri menatap esok, obati luka tanpa lelah, bahagia meski sedetik yang kubisa…agar semenit itu penuh arti…